Gubeng Kertajaya 9 Raya No. 40-A Surabaya | delivery : 08563474674 | IG : @warungimood | FB : Warung Imood

Pilih Kacamata atau Kontak Lensa?

 photo banner_rnm_468x60_zpscf717e28.gif

Mata merupakan organ yang sangat vital, sebagai indra penglihatan perlu kita jaga dengan sangat baik. Karena berbagai macam hal, fungsi penglihatan pada mata bisa menurun, misal karena radiasi dari komputer atau televisi, membaca dalam posisi tiduran. Hal ini dapat membuat mata rusak. Cara yang paling umum digunakan untuk mengatasi masalah mata seperti rabun jauh, rabun dekat atau silinder adalah menggunakan kacamata.

Kelebihan kacamata yaitu membuat wajah terlihat lebih berkarakter. Sebagai gaya dan penunjang penampilan. Sedangkan kekurangan Kacamata terasa ada yang mengganjal didekat hidung dan telinga, sehingga tidak nyaman, mengganggu aktivitas, bila berada dalam lingkungan yang panas, kaca sering berembun dan terkena keringat. Oleh sebab itu jangan lupa untuk rutin membersihkan kaca mata dengan cara mencucinya dengan air mengalir dan lap dengan kain flannel. Bila memilih untuk berkacamata, pastikan model frame sesuai dengan bentuk wajah kita. Kita juga harus memilih lensa yang akan digunakan. Lensa pada kacamata tersedia dalam 2 pilihan, yaitu lensa yang terbuata dari kaca dan plastik. Keuntungan dari lensa kaca adalah lebih tipis, tetapi lebih berat dan mudah pecah. Sedangkan lensa plastik lebih ringan dan tidak mudah pecah, tetapi lebih tebal dan mudah tergores.

Alternatif lain bagi si pemilik mata bermasalah yaitu menggunakan lensa kontak. Lensa kontak lebih dikenal sebagai lensa kontak lunak (soft-lens). Lensa kontak diciptakan sebagai pengganti kacamata bagi orang-orang yang enggan berkacamata atau yang tidak memungkinkan berkacamata dalam menjalani suatu profesi tertentu. Karena banyaknya beragam warna yang ditawarkan di pasar, membuat orang yang tidak mempunyai masalah dengan mata pun ikut menggunakan soft-lens. Sehingga siapapun bisa memilik mata keabuan, kehijauan atau kebiruan.

Kelebihan Softlens lebih nyaman dimata, tidak ada benda asing di wajah, lebih bebas dalam beraktifitas karena tidak perlu melepas dan memasang kacamata, tampil lebih Percaya Diri (of course), menambah gaya, dan warna-warna softlens yang cantik dapat membuat mata lebih indah layaknya bule-bule Eropa atau Amerika. Kekurangannya adalah repot dalam perawatan, softlens senantiasa harus dibersihkan dan disimpan dengan baik, dapat menyebabkan iritasi bila tidak rajin dalam membersihkan, bisa menyebabkan Hypoxia yaitu mata jadi kurang terpapar oksigen dan kalau hal ini berlangsung lama bisa menyebabkan daya tahan kornea menjadi berkurang.
Dokter Tri Rahayu, SpM, FIACLE, salah satu ahli lensa kontak di Indonesia yang bergabung dengan JEC menyayangkan kebiasaan masyarakat membeli soft-lens tanpa resep dokter mata. “Pihak produsen tidak pernah mencantumkan risiko efek samping penggunaannya. Jika pemerintah tahu dampaknya, penjualan soft-lens tentu tidak boleh sebebas ini.”

Seharusnya, sebelum seseorang menggunakan lensa kontak, ia diperiksa terlebih dulu oleh dokter mata untuk mengetahui ada atau tidaknya kontra indikasi pemakaian lensa kontak. Kontra indikasi hanya dapat diperiksa oleh dokter mata. Sementara optik-optik umumnya hanya dilayani oleh Refraksionis Optisien (RO). Kewenangan RO terbatas pada pemeriksaan ukuran kacamata dan dispening lensa kontak berdasarkan resep dari dokter mata. Sedangkan kompetensi untuk pemeriksaan menyingkirkan kontra indikasi pemakaian lensa kontak tidak dimiliki oleh RO.

Waspada
Ada kecenderungan pengguna soft-lens memakai lensa lebih lama dari seharusnya. Malas membuka pasang berkali-kali dan keengganan membersihkan lensa secara rutin menjadi alasan yang sering dikemukakan oleh konsumen.
Menurut Dr. H. Dwight Cavanagh, seorang profesor ahli mata dari Southwestern Medical Center, Amerika Serikat dalam tulisannya “Eye and Contact Lens” pada 2003, mengungkapkan sebanyak 2.500 pengguna lensa kontak mengalami “corneal ulcers”. Hal itu terjadi pada pengguna yang menggunakan lensa kontak setiap hari. Corneal ulcer yaitu kondisi dimana terdapat luka terbuka pada kornea. Hal ini sering disebabkan oleh infeksi dan luka kecil atau goresan yang bisa terjadi akibat penggunaan lensa kontak yang kurang hati-hati. Gejala yang timbul biasanya produksi air mata yang meningkat, sensitif terhadap cahaya, pandangan menjadi kabur, gatal dan nyeri. Jika gejala tersebut dibiarkan dan tidak dilakukan perawatan intensif bisa memicu terjadinya kebutaan.
Ah,..dapat disimpulkan Bahwa Kekurangan Softlens lebih banyak dan lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan Kelebihannya. Hal tersebut dapat di minimalisir dengan mengikuti Cara Perawatan Softlens.

Jadi yang manakah pilihanmu?
Photobucket



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

isi dengan benar *