Gubeng Kertajaya 9 Raya No. 40-A Surabaya | delivery : 08563474674 | IG : @warungimood | FB : Warung Imood

Dari Alam untuk Alam

 photo banner_rnm_468x60_zpscf717e28.gif


SEPUTAR Indonesia berkesempatan mengunjungi kantor pusat, laboratorium, dan pabrik Oriflame di Stockholm, Swedia, tempat brand dengan tagline ”Natural Swedish Cosmetics” tersebut dilahirkan.

Mendengar kata pabrik, yang pertama kali terbayang di kepala adalah ruangan besar dengan mesin- mesin berdengung dan karyawan yang sibuk memastikan produksi berjalan lancar. Namun, saat Seputar Indonesia berkunjung ke pabrik Oriflame di Stockholm, Swedia, gambaran tersebut langsung sirna.

Para karyawan Oriflame yang mengenakan seragam hijau tampak asyik dan bekerja dengan santai mengawasi barisan botol sampo dan parfum yang berderet rapi di atas travelator dalam ruangan yang sepenuhnya didominasi mesin. Kesan serius tapi santai tersebut tidak hanya ditemukan di pabrik, juga di laboratorium serta kantor pusat yang berdekorasi interior modern.

Laboratorium riset dan pengembangan Oriflame di Stokholm adalah Skin Research Institute yang dipimpin oleh Alain Mavon dengan tugas utama menemukan bahan aktif baru yang disarikan dari alam dan kemudian melihat pengaruhnya pada kulit manusia.

“Karena itu, Skin Research Institute ini terbagi menjadi beberapa section, yakni New Ingredients yang bertanggung jawab untuk menemukan bahan aktif baru, Skin Biology dan Clinical Bio-analysis yang akan menganalisis pengaruh bahan aktif tersebut terhadap kulit,  serta Skin Delivery yang akan menentukan dosis bahan aktif agar bisa terserap secara optimal dalam kulit,” ujar Alain ramah saat mengajak Seputar Indonesia dan beberapa media lain berkeliling laboratorium tersebut.

Yang menarik, Oriflame benar-benar mengambil bahan utama dari alam sekitar. Bahkan, Anke Klack, salah satu peneliti Oriflame Skin Research Insititute mengatakan tengah meneliti kandungan bahan aktif dari tanaman yang baru dipetiknya dalam perjalanan ke laboratorium.

Tagline ”Natural Swedish Cosmetics” yang diusung Oriflame bukanlah sekadar kata-kata. Label kosmetik asal Swedia tersebut menggunakan bahan alami untuk produknya, kemudian mengembalikannya lagi dalam bentuk investasi bagi lingkungan dan kehidupan manusia.

Hal tersebut juga dibuktikan dari tata interior kantor pusat Oriflame yang lebih dikenal dengan nama Group Support Office (GSO). Nuansa modern dengan interior minimalis dan dominasi warna putih membuat ruangan menjadi terang dengan hanya sedikit bantuan lampu.

Di tengah-tengah kantor, terdapat ”ruangan matahari” yang sekaligus menjadi area duduk nan nyaman bagi karyawan maupun mereka yang berkunjung.

Oriflame memang benar-benar serius dalam mengusung label green cosmetics dari segala segi. Seperti yang dikemukakan CEO Oriflame Magnus Brannstrom bahwa Oriflame memiliki tanggung jawab global untuk menghadirkan sistem produksi yang memenuhi standar lingkungan dan sosial secara internasional. Produk Oriflame bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga dikemas dengan kemasan yang mudah didaur ulang.

”Kami juga mempraktikkan program konservasi air dan produksi rendah polusi untuk mengurangi konsumsi air dan produksi polutan,” sebutnya.

Asia, Pasar yang Terus Potensial 

Bukan hanya alam yang menjadi perhatian Oriflame. Sebagai perusahaan internasional dengan sistemdirect selling yang merangkul banyak negara, Oriflame juga memanjakan para konsultan yang telah bekerja keras menyampaikan informasi, memasarkan produk, dan mengembangkan bisnis.

Untuk itu, Oriflame pun menghelat Asia Gold Conference yang tahun ini berlokasi di Stockholm,yang dihadiri lebih dari 500 konsultan dari Indonesia, India, Pakistan, dan Vietnam. Pada ajang tersebut para top leadermendapatkan recognition dan reward berkat jerih payah mereka.

Gold Conference menjadi ”teaser” dan dorongan bagi para konsultan Oriflame untuk terus mengembangkan bisnis mereka, karena hanya mereka yang memiliki peringkat tinggi seperti Gold, Diamond, atau Double Diamond yang bisa mengikuti konferensi yang kerap dihelat di tempat-tempat menarik, seperti Roma pada 2009 dan Paris pada 2011 mendatang.

Karenanya, tak heran bisa para konsultan, termasuk mereka yang berasal dari Indonesia terus bersemangat.

”Hanya satu hal yang saya sesalkan, kenapa saya memulai bisnis ini terlambat,” ujar salah satu konsultan Oriflame asal Bandung, Eli Rosnawati, yang saat ini mengantungi peringkat Diamond. Antusiasme para konsultan untuk mengembangkan bisnis mereka tentu disambut baik oleh Brannstrom.

”Asia adalah pasar yang akan terus potensial yang berkembang,” kata Brännstrom.

Dia menyebutkan, saat ini Asia memberi kontribusi sebesar 10% dari total penjualan Oriflame sebesar 1,3 miliar euro. Brännström mengatakan, penjualan terbesar masih datang dari negara-negara CIS (pecahan Rusia) yang berkontribusi lebih dari 50%.

”Namun, tidak bisa disangkal Asia adalah pasar yang signifikan dan kami sangat beruntung dengan kenyataan bahwa pertumbuhan Oriflame di Asia sangat positif,” kata Brännstrom.

Dia menambahkan bahwa menurut data statistik Oriflame, Asia menjual satu lipstik dalam setiap detik.

Oriflame adalah salah satu label kosmetik yang pertama kali memperkenalkan sistem penjualan langsung. Saat ini Oriflame dijual di 65 negara di dunia dengan jumlah konsultan lebih dari 3,5 juta orang.

”Bahkan, sekarang ketika kita berbicara, ada satu konsultan Oriflame baru yang bergabung di suatu tempat di dunia,” tutur Brännstrom. (nsa)

 

sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2010/08/29/195/367779
Photobucket



1 thought on “Dari Alam untuk Alam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

isi dengan benar *